Pada masa pandemi sekarang ini, banyak yang menjadi korban PHK. Terlepas PHK tersebut mendapatkan pesangon atau tidak, bisnis rumahan selalu dapat menjadi solusi alternatif bagi para korban PHK. Lantas, muncul pertanyaan “Bagaimana Cara Memulai Bisnis Dari Rumah dengan Modal Minim?”.

Anda tidak perlu putus asa jika menjadi korban PHK, sebab setiap kejadian ada sebuah hikmah. Masa pandemi COVID-19 ini dapat menjadi momentum untuk melakukan sebuah lompatan dalam hidup Anda.

5 Cara Memulai Bisnis Dari Rumah dengan Modal Minim

Tentu Anda tidak dapat menghabiskan semua dana untuk memulai bisnis. Biasanya cukup 30% dari total dana yang tersedia. Ada beberapa bisnis yang dapat dimulai dari rumah dengan modal minim. Bisnis ini biasanya tidak memerlukan Anda untuk memiliki persediaan. Konsep ini dinamakan “Reseller Dropship”.

Dengan tanpa memerlukan modal untuk produksi barang atau stok persediaan barang, seluruh anggaran dapat Anda alokasikan untuk pemasaran digital. Kenapa pemasaran digital? karena masa karantina wilayah dan era new normal nantinya akan membuat orang semakin sering melakukan belanja secara online.

Aktivitas bisnis dari rumah ini dapat Anda lakukan saat bekerja dari rumah jika Anda masih memiliki pekerjaan. Anda dapat mengisi waktu Anda lebih produktif dengan melakukan bisnis dari rumah.

Temukan Produk dan Supplier

Untuk memulainya, Anda dapat mencari di Google dengan kata kunci “peluang drop-ship” lantas cari produk yang Anda ketahui. Agar dapat lebih cepat sukses, Anda juga harus pilih produk yang banyak dicari orang, baik secara online maupun offline.

Bisnis frozen food juga dapat Anda pilih, karena makanan beku semakin dicari saat orang takut untuk belanja di luar rumah. Masa pandemi ini kita belum ketahui kapan berakhir, kecepatan Anda masuk ke pasar online akan menjadi penentu kesuksesan Anda dalam melakukan bisnis dari rumah.

Amati supplier produk yang Anda pilih, usahakan dapat dari tangan pertama hingga kedua untuk mendapatkan harga terbaik. Kemudian hubungi mereka satu persatu dan mintalah daftar harga untuk dropshipper serta syarat dan ketentuan.

Sebagai contoh, salah satu produsen bumbu tabur di Bandung ini memberikan peluang reseller dropship. Anda dapat menghubungi melalui whatsApp untuk mendapatkan harga reseller. Produk bumbu tabur sangat banyak, biasanya orang harus ke pasar untuk beli bumbu tabur, Anda dapat berikan solusi di masa pandemi dengan menjual bumbu tabur secara online.

Setelah menemukan beberapa supplier, buatlah daftar supplier yang berisi nama supplier, produk, harga, alamat dan nomor telepon supplier. Daftar supplier ini akan berguna suatu saat ketika ada permintaan khusus, biasanya jika Anda mendapati permintaan dalam jumlah besar.

Jadi, temukanlah supplier yang dapat Anda andalkan, terutama soal konsistensi dan komitmen. Terkadang, ada saja supplier yang tidak komitmen dengan masalah pengiriman, kepercayaan konsumen di awal usaha dari rumah Anda dapat menjadi kacau jika mendapatkan supplier yang seperti itu.

Buatlah Perkiraan Bisnis

Melakukan perkiraan bisnis sangat penting, sebagai salah satu cara memulai bisnis dari rumah agar dapat efektif. Anda dapat membuat perkiraan bisnis dengan meneliti kira-kira bagaimana Anda akan menjual produk tersebut. Ini akan mencakup target penjualan, biaya pemasaran, cara pemasaran dan sebagainya.

Perkiraan bisnis ini seperti sebuah kelayakan bisnis. Anda harus membuat perkiraan bisnis secara rinci agar semakin jelas bagaimana cara Anda mencapai tujuan bisnis tersebut. Dan jika ada masalah, Anda selalu dapat menemukan jawabannya pada perkiraan bisnis tersebut.

Misal, Anda suka dengan Kepiting Soka, Anda akan jualan Kepiting Soka lengkap dengan telurnya.

  • Anda mengetahui berapa harga pasaran, Anda sudah teliti di Tokopedia dan Shopee berapa harga per kilo gram.
  • Anda sudah mendapatkan beberapa supplier yang memberikan margin cukup dan tidak memerlukan modal, alias dropship.
  • Kemudian Anda sudah memikirkan akan jual kemana, misal ke restoran milik teman atau kenalan Anda, atau Anda akan jualan online juga di Tokopedia, Shopee dan melalui Media Sosial yang didukung dengan sebuah website landing page yang dapat mendukung penjualan via WhatsApp.
  • Selanjutnya, Anda mulai menyusun langkah dan anggaran.

Semakin rinci perkiraan bisnis, semakin dekat pula Anda untuk segera memulai bisnis dari rumah.

Susun Rencana Pemasaran

Sebagai lanjutan dari perkiraan bisnis, Anda kemudian dapat menyusun rencana pemasaran. Seperti dijelaskan di atas, Anda dapat menjual melalui kolega, kenalan dan jualan online.

Pemasaran online merupakan salah satu cara yang paling realistis untuk dilakukan saat masa pandemi sekarang ini. Anda dapat melakukan pemasaran online dengan beberapa cara seperti:

  • Membuat website landing page agar memudahkan transaksi via WhatsApp.
  • Mempromosikan produk jualan Anda melalui media sosial seperti FB, IG dan Twitter.
  • Hadir di marketplace Tokopedia dan Shopee.
  • Melakukan promosi berbayar (iklan di FB, IG, iklan baris detik, dan sebagainya).

Ingatlah, dalam melakukan pemasaran online Anda harus mengetahui cara pemasaran online yang efektif, ini akan menentukan kesuksesan Anda.

Buat Anggaran Pemasaran

Seluruh rencana pemasaran tersebut memerlukan anggaran, misal:

  • Biaya telepon dan internet (Anggarkan Rp. 500rb hingga Rp. 1 juta per bulan)
  • Biaya pembuatan website (Antara Rp. 850rb – 5jt per tahun)
  • Biaya iklan digital. (Anggarkan Rp. 1 juta hingga 3 juta per bulan)
  • Dan sebagainya.

Anggaran pemasaran biasanya ditentukan dari total target penjualan sekitar 5%. Misal Anda memiliki target penjualan per bulan Rp. 100 juta, maka biaya pemasaran yang perlu Anda lakukan adalah sekitar Rp. 5 juta. Oleh karena itu, carilah produk yang dapat memberikan laba lebih dari 5% untuk tahap awal (idealnya 10% – 30%).

Misal, Anda ingin jualan frozen food bakso dengan harga agen dropship Rp. 25.000, harga jual Rp. 30.000, berarti ada margin dari harga jual sebesar 5000/30.000 = 16%. Jika biaya pemasaran Anda 6% dan jika omzet penjulaan Rp. 100 juta maka laba operasional Anda per bulan Rp. 10 juta per bulan.

Sedangkan jika kita lihat dari daftar biaya pemasaran di atas, Anda hanya membutuhkan sekitar Rp. 2.5 juta untuk awal. Selanjutnya, Anda dapat anggarkan Rp. 500rb untuk telepon dan internet, Rp. 2 juta untuk iklan di sosmed dan google search engine. Ini artinya memang pada tahap awal Anda membutuhkan Rp. 2.5 juta per bulan untuk mendukung bisnis dari rumah.

Lakukan Analisa

Walau Anda melakukan bisnis dari rumah, Anda tetap harus lakukan analisa bisnis Anda tersebut. Ini biasanya dapat dilakukan setelah bisnis Anda berjalan sekurangnya 3 bulan. Anda dapat memeriksa hasil dari usaha Anda, carilah mana usaha yang efektif dan mana yang tidak. Alokasikan sumber daya Anda ke pos-pos yang lebih efektif, apa yang memberikan dampak positif pada bisnis Anda.

Analisa ini tidak hanya seputar produk dan supplier, tapi juga mencakup cara pemasaran Anda. Ini pentingnya sebuah website, untuk dapat mengukur kinerja pemasaran digital Anda secara lebih tepat.

Misal, Anda menemukan bahwa kebanyakan orang membeli melalui WhatsApp dan mereka mengetahui Anda dari website dan setelah Anda lihat di Google Analytics ternyata orang yang ke website Anda bersumber dari iklan Anda di Instagram. Maka Anda dapat memperbesar biaya iklan di Instagram.

Oleh karena itu, pemasaran digital tidak dapat dilakukan secara optimal tanpa adanya sebuah halaman website yang terhubung ke Google Analytics. 

Jika Anda melakukan pemasaran atau promosi online tanpa sebuah website yang terhubung dengan Google Analytics, ini artinya Anda sedang melakukan teknik pemasaran yang buta pengukuran kinerja. Segala sumber daya seperti waktu, tenaga dan biaya yang dikeluarkan dapat menguap tanpa hasil sama sekali.

Anda dapat mencontoh cara pemasaran online seperti apa yang dilakukan oleh seorang netizen, sebuah bisnis dari rumah yang menjual produk camilan crispy gurih ini, pemasaran dilakukan melalui media sosial dan menggunakan sebuah landing page.

Dengan adanya sebuah halaman website, efektivitas pemasaran digital dapat diukur secara tepat menggunakan Google Analytics.

Kesimpulan:

Sebagai solusi ditengah pandemi COVID-19, Anda dapat berjualan dari rumah. Dengan 5 cara memulai bisnis dari rumah di atas, Anda dapat lebih mempersingkat waktu dan biaya dalam memulai bisnis yang akan Anda tekuni.

Temukan produk yang bagus dan supplier yang memberikan peluang drop-shipping. Buat perincian bisnis dan anggaran pemasaran, kemudian jalankan bisnis Anda.

Semudah itu? ya semudah itu, akan Anda memerlukan niat yang kuat untuk dapat konsisten dalam menjalankan bisnis. Bisnis adalah sesuatu yang dinamis, Anda harus ikuti dari waktu ke waktu untuk menemukan jawaban dari masalah yang timbul di kemudian hari.

Setelah bisnis Anda berjalan 3 bulan, Anda dapat lakukan analisa. Ini akan melibatkan hal teknis seperti Google Analytics. Hal ini seperti yang dilakukan oleh sebuah restoran dibawah kaki gunung lawu yang menemukan dampak positif melalui pemasaran di Instagram dan Content Marketing (SEO).

Bisnis yang sukses adalah bisnis yang dilakukan secara konsisten dalam setiap elemen pada aktivitas usaha tersebut. Jika Ada orang lain sukses bisnis dari rumah.. Anda juga bisa. Fokus pada proses tidak pada hasil, ini akan membawa Anda menjadi pebisnis yang handal walau hanya dari rumah.

Menyerah pada situasi pandemi dapat berakibat fatal. Sekaranglah saat yang tepat untuk memulai bisnis dari rumah.

Mari kita jadikan wabah Pandemi dan kejadian PHK sebagai momentum untuk lebih mandiri lagi. Jika bisnis Anda sukses, Anda dapat membuka lapangan kerja bagi teman-teman Anda yang juga terkena PHK.

Semoga artikel singkat namun padat ini dapat bermanfaat untuk Anda para pembaca setia Mobnasesemka (website ini tadinya untuk jual onderdil mobil esemka, tapi hingga kini belum terwujud).

Pin It on Pinterest

Share This